20 Maret 2020

Tak Terlihat Bagikan Masker, Kader Parpol Sibuk Nyinyir soal Corona

loading…

JAKARTA – Direktur Eksekutif Indonesia Public Institut (IPI) Karyono Wibowo menganggap, kritik dan sindiran yang ditujukan kepada parpol lantaran tidak membagikan masker saat wabah corona merebak di Tanah Air sangat tepat. Sebab, faktanya sejak virus corona menerjang, belum ada tindakan parpol yang membagikan masker kepada masyarakat.

“Berbeda dengan masa pemilu, parpol sangat getol membagi-bagikan kaus, topi, payung, dan lain-lain. Maka wajar apabila publik membandingkan sikap parpol dengan situasi saat ini,” kata Karyono saat dihubungi SINDOnews, Jumat (20/3/2020).

Diketahui, sebagian masyarakat membandingkan perilaku partai politik (parpol) yang pada saat kampanye pemilu gencar membagi-bagikan kaus dan pernak-pernik kampanye lainnya dengan tiadanya aksi bagi masker atau penyanitasi tangan saat wabah corona melanda Tanah Air. Hal itu disuarakan sejumlah masyarakat melalui percakapan di WhatsApp (WA) dan media sosial.

Baca Juga:

Dia menambahkan, publik merasa kehadiran parpol hanya di saat menjelang pemilu. Parpol pun menuntut masyarakat (pemilih) hadir di TPS. Atas dasar itu, publik selalu menunggu kehadiran parpol di saat masyarakat mengalami musibah seperti wabah corona ini, di situlah masyarakat membutuhkan bantuan. (Baca juga: Doni Monardo Ingatkan Pentingnya Social Distancing untuk Cegah Corona).

“Tetapi yang terjadi, justru ada sejumlah kader parpol yang hanya nyinyir soal corona. Mereka memanfaatkan wabah Covid-19 untuk tujuan politik kekuasaan,” ujarnya.

Tak jarang, lanjut dia, elite partai sekadar mencari pencitraan sambil menyalahkan pihak lain. Mereka suka ‘menari’ di tengah orang panik. Mereka suka ‘menyanyi’ di tengah orang sibuk bekerja. Maka, menurutnya ada paradoks di dalam tubuh parpol, mereka berteriak berjuang atas nama kepentingan rakyat, tapi menari di atas penderitaan rakyat.

Semestinya, dalam menghadapi wabah corona ini semua komponen bangsa bersatu untuk mengatasinya. “Saya berharap, situasi ini mengubah paradigma parpol yang tidak sekadar melahirkan politisi, tapi parpol juga melahirkan negarawan,” pungkas dia. (Baca juga: AHY Beri 6 Rekomendasi kepada Pemerintah, Poin Pertama Lockdown).

(zik)