13 April 2020

Kapolres Sinjai Hadiri Rakor Dikementrian Agama Bahas Tentang Upaya Pemerintah Dalam Pencegahan Covid-19 Sebelum Memasuki Bulan Suci Ramadhan

Polres Sinjai, Pada hari Senin tanggal 13 April 2020 pukul 10.15 wita, bertempat di aula kantor kementrian agama sinjai, jalan jendral sudirman, kelurahan biringera, kecamatan sinjai utara, kabupaten sinjai, Kepala Kepolisian Resor Sinjai Ajun Komisaris Besar Polisi (Akbp) Iwan Irmawan, S.Ik.,M.Si menghadiri rapat koordinasi bersama pemerintah, majelis ulama Sinjai, tokoh agama dan kementerian agama sinjai dalam rangka membahas tentang upaya pemerintah dalam pencegahan Covid-19 di Kabupaten Sinjai sebelum memasuki bulan suci ramadhan.

Rapat dipimpin oleh Kepala Kementerian Agama Drs. H. Abd Hafid M. Tala, M.AP dan dihadiri pula oleh Dandim 1424 Sinjai Letkol Inf. Oo Sahdrojat, S.Ag., M.Tr(Han), Asisten I Setdakab Sinjai Dr H. Muhlis Isma, M.Si, Drs. Budiaman (Sekertaris tim Gugus Covid – 19 Kab. Sinjai), Kadis Kesehatan Sinjai dr. Suryanto Asapa, Kasat Intelkam Polres Sinjai IPTU Lamirin, Ketua Majelis ulama Sinjai beserta para pengurus MUI sekabupaten sinjai, tokoh agama dan staf kemenag.

Dalam kegiatan penyampian kementrian agama bahwa kami dari kementrian agama sangat berharap dengan adanya rapat kordinasi ini agar kita dapat menyatukan persepsi dengan pemerintah daerah dalam menyikapi perkembangan virus Corona yang semakin meningkat, dan langkah-langkah apa kedepan yang akan dilakukan, dan bagiamana umat Islam menghadapi bulan suci ramadhan ditengah polemik virus covid 19 agar kita dapat bersama- sama mengantisipasi penyebaran virus.

Adapun penyampaian Kadis Kesehatan yang menyampaikan bahwa untuk kita ketahui bersama bahwa perkembangan covid-19 diberbagai daerah sudah berkembang dan sangat rentan terjadi di beberapa tempat keramaian seperti cafe, indomaret, pasar, mesjid dan kita tidak tau orang berasal dari mana yang telah melaksanakan shalat dimesjid.

“Dan sekarang ini ada kategori orang tanpa gejala (OTG) tidak ada tanda- tanda sakit pada orang tersebut dikarenakan anti biotik orang tersebut masih kuat sehingga virus tidak dapat menganggu kesehatannya namun akan membahayakan bagi orang yang bersentuhan langsung dengan orang tersebut. Dan kami sangat kwatir dengan penyebaran covid 19 dan apabila 1 minggu sebelum memasuki bulan suci ramadhan pasti akan banyak datang warga dari luar Sinjai yang bekerja diluar kabupaten Sinjai berdasarkan analisa dilapangan apabila bisa dipertahankan sampai minggu ke 3 puasa Ramadhan Kab. Sinjai masih Zero Covid 19 maka Kab. Sinjai bisa dipastkan aman dari penyebaran Covid 19

“Dan berharap dukungan semua unsur dan majelis ulama agar penyebaran covid 19 dapat diatasi dengan baik. dan menjelang bulan suci ramadhan sangat perlu ada pembatasan kegiatan di tempat ibadah karena sangat rawan menjadi area penularan Covid-19.

Lanjut penyampaian Ketua Majelis Ulama Sinjai menyampaikan bahwa Majelis ulama sinjai memberikan suatu gambaran bagimana hasil keputusan kita saat ini bisa mendapatkan hasil terbaik melihat pada saat ini kita telah memasuki dalam kondisi darurat sesuai penyampain kadis kesehatan. Dan penyampaian majelis ulama bahwa dalam hadis mengatakan kalau dalam keadaan darurat dan tidak dalam keadaan melampaui batas tidak ada dosa baginya

Selanjutnya penyampain Ust. KH Syam Tahir (MUI) menyampaikan bahwa dengan adanya peningkatan penyebaran covid-19 di berbagai daerah maka dari itu kita juga harus meningkatkan kewaspadaan dan berharap kepada para pengurus mesjid agar perlu adanya alat deteksi suhu untuk memantau orang tersebut dan apabila terbukti positif maka tidak dibiarkan masuk ke mesjid. Dan kami melihat sudah beberapa mesjid yang sudah menggulung karpet dan sudah dilakukan penyemprotan namun perlu ditambahkan cuci tangan agar disiapkan ditempat wudhu kemudian apabila shalat berjamaah 5 waktu setelah selesai shalat agar tidak tinggal lama.

“Dan mengucapkan terima kasih kepada pemerintah yang sudah bekerja disetiap perbatasan untuk mendeteksi masyarakat yang masuk dikabupaten Sinjai dalam tahap pencegahan.

Lanjut, penyampain Ust. Marsuki Fadelullah pimpinan pondok Pesantren Darul Istiqamah Sinjai yang menyampaikan terima kasih kepada seluruh pimpinan majelis ulama yang telah hadir pada saat ini dan duduk bersama membahas masalah covid-19. Dan jita dalam hal ini bukan eksekutor dan sehingga kita tidak bisa melakukan tindakan cuman bisa menyampaikan kepada masyarakat untuk tidak berbuat melanggar aturan agama. Dan kami sangat sependapat dengan kepala dinas kesehatan yang mana telah bekerja untuk memantau orang yang terkena gejala virus covid-19 dan tidak menunggu orang positif baru terdeteksi dan dilakukan perawatan serta berharap kepada pemerintah sinjai untuk bisa tegas dalam memantau penyebaran covid-19 apalagi dalam memasuki bulan suci ramadhan banyak masyarakat yang datang dari luar kabupaten Sinjai yang memiliki keluarga dikabupaten sinjai.

Selanjutnya penyampaian Asisten I Setdakab Sinjai yang menyampaikan bahwa sekarang ini kita telah dihadapi masalah virus covid-19 yang mana pada saat ini kita akan memasuki bulan suci ramadhan dan akan ada banyak kegiatan pada bulan suci ramadhan oleh karena itu kami dari pemerintah sangat mengharapkan kepada kita semua unsur agar dapat memberikan kesepakatan bersama.

lanjut, Penyampaian Kapolres Sinjai Akbp Iwan Irmawan, S.Ik.,M.Si yang menyampaikan terima kasih kepada semua unsur yang telah hadir dan sangat meminta dukungan dari semua eleman terhusus kepada Majelis Ulama Sinjai untuk bisa senantiasa membantu pemerintah dalam mengantisipasi penyebaran covid- 19. Dan sekarang ini adanya peningkatan PDP, OPD dan positif covid 19 di wilayah Sulawesi Selatan oleh karena itu mari secara bersama- sama untuk mengantisipasi hal tersebut serta perlu diketahui bahwa anggota gabugan dari tim gugus covid-19 yang bertugas di lapangan sangat terbatas dan minim sehingga perlu peran serta kita semua.

Adapun hasil rapat koordinasi sesuai surat edearan MUI yakni :
1.) Mulai hari Jumat tanggal 18 April 2020 boleh minggalkan shalat Jumat dan digantikan shalat duhur.
2.) Aktivitas di mesjid shalat 5 waktu, shalat jamaah tarwih dan kegiatan lainnya untuk sementara ditiadakan.
3.) Disetiap mesjid tetap mengumandangkan adzan 5 waktu.
4.) Mengurangi aktivitas diluar rumah.
5.) Bagi masyarakat yang mempunyai keluarga diluar daerah dan bermaksud pulang (Mudik) untuk sementara mengurungkan niatnya
6.) Apabila dikemudian hari ada umat Islam dinyatakan terpapar covid 19 maka pengurusan jenazahnya akan dilakukan oleh protokol gugus covid-19.
7.) Umat Islam yang meninggal dan penyebabnya terpapar wabah dinggap mati Sahid jenazahnya tetap wajib dimandikan, dikafani, dishalatkan dan dikuburkan sehingga tak dibenarkan ada penolakan .
8.) Masyarkat yang sudah terpapar dan dinyatakan PDP dan positif corona dan dinyatakan sudah sembuh diharapkan bisa menerima kembali.
9.) Umat Islam wajib mendukung dan mentaati himbauan pemerintah terhadap penanganan dan antisipasi covid 19 dikabupaten Sinjai.
10.) Pemerintah menjadikan surat edaran ini sebagai pedoman dalam menetapkan kebijakan penanggulangan covid 19 terkait dengan masalah keagamaan dan umat Islam wajib mentaatinya.

Kegiatan berakhir pukul 13.25 wita dengan tertib aman terkendali.

(AS)

TRIBRATA NEWS