20 Maret 2020

Info Terbaru Soal Komunikasi APPI dengan FIFPro Terkait Tunggakan Gaji Pemain

jpnn.com, JAKARTA – Asosiasi Pesepak Bola Profesional Indonesia (APPI) sudah melakukan komunikasi dengan FIFPro (asosiasi pesepak bola profesional dunia) terkait permasalahan tunggakan gaji pemain di Indonesia serta pengabaian putusan National Dispute Resulution Chamber (NDRC) oleh PT Liga Indonesia Baru (LIB).

Sayang, komunikasi itu tidak tuntas karena saat ini FIFPro fokusnya masih pada permasalahan pemain saat dan klub saat penyebaran Virus Corona ini sangat masif.

Sekjen APPI M Hardika Aji menjelaskan, mereka sudah melakukan komunikasi via video call pada Rabu (18/3) kemarin. Tetapi, hasil pembicaraan tidak bisa diungkapkan terlebih dulu ke media, karena memang sifatnya komunikasi antar FIFPro dan anggotanya.

Baca Juga:

“FIFPro support, karena belum ada kasus kaya gini seoalnya, kan Indonesia Pilot Project FIFA. Tetapi, sedikit terhambat komunikasinya, karena saat ini fokus utama mereka lagi kasus yang terkait dengan Virus Corona ini,” katanya, Kamis (19/3).

Sebelumnya, PSPS Pekanbaru Riau tetap diizinkan berkompetisi meskipun sedang memiliki masalah tunggakan gaji. NDRC kemudian memutuskan agar PSPS disanksi tak bisa mendaftarkan pemainnya dalam tiga periode pendaftaran. Artinya, mereka tak bisa daftarkan pemain dan untuk sementara tak bisa berkompetisi sampai utangnya ke pemain dibayar.

Namun, di luar dugaan, PSSI melalui PT LIB tetap mengizinkan mereka bermain. Terbukti, mereka bisa menang 3-0 lawan Semen Padang. APPI kemudian protes dan melaporkan permasalahan ini ke FIFPro untuk diteruskan ke FIFA.

Baca Juga:

BACA JUGA: Remaja Ini Dilarikan ke Rumah Sakit dengan Kondisi Organ Vital Terpotong, Pelakunya Ternyata

Bukan hanya persoalan pengabaian putusan NDRC, PSSI melalui PT LIB juga menabrak permintaab Badan Olahraga Profesional Indonesia (BOPI) yang meminta kompetisi Liga 2 tak digelar dulu sampai klub melunasi utang gaji. Tanpa rekomendasi BOPI, kompetisi ternyata tetap digelar dan pekan pertama Liga 2 2020 sudah dilaksanakan. (dkk/jpnn)