20 Maret 2020

China Klaim Kasus Baru Corona dari Indonesia, Begini Reaksi DPR

loading…

JAKARTA – Komisi IX DPR menanggapi pernyataan Otoritas Shaanxi, China yang menyatakan munculnya kasus baru Corona (COVID-19) merupakan kasus impor dari Indonesia karena warganya baru saja kembali dari Indonesia pada 13 Maret lalu.

Anggota Komisi IX DPR Intan Fauzi menegaskan munculnya COVID-19 di Indonesia juga awalnya berasal dari China. Banyaknya pintu masuk membuat Indonesia mudah terpapar dari warga China.

Semestinya, lanjut dia, Pemerintah China melarang warganya pergi ke negara terpapar.“Kalau bicara Covid-19 asal mulanya dari Kota Wuhan kemudian merebak ke Hubei dan sebagainya. Penularannya manusia ke manusia apakah kontak langsung apakah melewati media. Indonesia rentan karena lintas manusia ini bordernya bandara, perbatasan kemudian pelabuhan, banyak pintu masuk terutama dari China karena memang seperti kita tahu ada TKA, kemudian relatif dekat sesama Asia,” tutur Intan kepada SINDOnews, di Jakarta, Jumat (20/3/2020).

Baca Juga:

Menurut Intan, COVID-19 ini berasal dari China. Sebaiknya tidak lagi berbicara bahwa ini kasus impor dari Indonesia atau dari suatu negara. Karena, kasus positif Corona yang ada di Indonesia pun awalnya kasus impor dari China.

“Artinya, kalau kemudian Pemerintah China menganggap ini dari Indonesia seharusnya mereka tahu bahwa kita ini yang sekarang ini (300 lebih kasus) dari yang tadinya zero kemudian ini cepat sekali penyebarannya,” ujar politikus PAN itu. (Baca juga: China Klaim Kasus Baru COVID-19 Impor dari Indonesia)

Dia yakin Pemerintah China sudah jauh lebih siap karena mereka pada akhirnya menunjukkan penurunan kasus Corona dan bahkan nol kasus.

Semestinya, sambung dia, Pemerintah China melindungi warga negaranya dengan melakukan pelarangan bagi warganya untuk masuk ke daerah atau negara yang terpapar Corona sebagaimana Indonesia juga menerapkan itu.

“Seharusnya mereka (China-red) itu bagian dari yang memutus mata rantai penyebaran karena asalnya dari sana dan mereka sudah tahu penanganannya. Satu-satunya jalan tidak terjadi dulu lalu lintas orang antar wilayah,” ucap Intan.

(dam)